Distosia bahu didefinisikan sebagai
impaksi (hambatan) lahirnya bahu bayi setelah lahirnya kepala dan berkaitan
dengan peningkatan insidensi morbiditas dan mortalitas bayi akibat cedera
pleksus brachialis dan asfiksia. Diagnosis ini harus dipikirkan ketika dengan
traksi kebawah yang memadai tidak dapat melahirkan bahu. Tanda distosia bahu
lainnya adalah jika setelah kepala melalui serviks kemudian tampak kepala
kembali tertarik balik ke dalam (turtle sign)
Distosia bahu biasanya terdapat kasus
makrosomia. Resiko nya meningkat 11 kali lipat bayi dengan BB 4000 g dan 22 kali
lipat pada bayi 4500 g. sekitar 50 % kasus terjadi pada bayi dengan BB kurang
dari 4000 g. bayi posterm dan makrosomia beresiko mengvalami distosia bahu
karena pertumbuhan trunkal dan bahu tidak sesuai dengan pertumbuhan kepala pada
masa akhir kehamilan. Faktor resiko lainnya adalah obesitas maternal, riwayat
melahirkan bayi besar, diabetes mellitus, dan diabetes gestational. Distosia
bahu harus dicurigai pada pemanjangan kala II atau pemanjangan fase deselerasi
pada kala I.
Distosia bahu ialah kelahiran kepala
janin dengan bahu anterior macet diatas sacral promontory karena itu tidak bisa
lewat masuk ke dalam panggul, atau bahu tersebut bisa lewat promontorium,
tetapi mendapat halangan dari tulang sacrum (tulang ekor). Lebih mudahnya
distosia bahu adalah peristiwa dimana tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat
dilahirkan setelah kepala janin dilahirkan.
Salah satu
kriteria diagnosis distosia bahu adalah bila dalam persalinan pervagina untuk
melahirkan bahu harus dilakukan maneuver khusus. Spong dkk (1995) menggunakan
sebuah kriteria objektif untuk menentukan adanya distosia bahu
yaitu interval waktu antara lahirnya kepala dengan seluruh tubuh.
Nilai normal interval waktu antara persalinan kepala dengan persalinan seluruh
tubuh adalah 24 detik , pada distosia bahu 79 detik. Mereka mengusulkan bahwa
distosia bahu adalah bila interval waktu tersebut lebih dari 60 detik.
American College of Obstetrician and Gynecologist
(2002) menyatakan bahwa angka kejadian distosia bahu bervariasi antara 0.6 –
1.4% dari persalinan normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar